Showing posts with label first aid. Show all posts
Showing posts with label first aid. Show all posts

Thursday, September 10, 2009

Segitiga kehidupan saat terjadi gempa

Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI),

Pengalaman
  • Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.
  • Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
  • Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.
Percobaan
Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".
Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dokumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

Fakta
  • Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.
  • Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.
  • Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.

Teori segitiga kehidupan
Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan". Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Amati
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.
Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi

1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

*Artikel kiriman sdr Kangsa Sasmita 060509 by mail

Friday, March 20, 2009

Kebimbangan seputar pertolongan pertama Stroke

Stroke dapat dibedakan antara stroke karena pembuluh darah yang pecah (hemoragika) dan karena tersumbatnya pembuluh darah (tidak ada perdarahan/non-hemoragika). Pertolongan pada stroke non-hemoragika umumnya diberikan anti pembekuan darah seperti heparin agar penggumpalan darah tidak berlanjut. Pada stroke hemoragika, terutama pertolongan supportif (karena tidak ada obat yang dapat menghentikan pendarahan, ada sih yang dapat membantu mempercepat penggumpalan darah, tetapi merupakan obat Chinese yang belum dianut oleh kedokteran kita), dan operatif (jika memungkinkan).

Untuk pembekuan darah pada pembuluh darah yang pecah pada umumnya kita mengharapkan dilakukan oleh tubuh sendiri. Nah, ada mekanisme fisiologis dalam tubuh kita yang bekerja otomatis, yaitu begitu ada luka, maka mekanisme pembekuan darah terpicu (trombosit meningkat, dsb), sehingga pembuluh darah yang terbuka diusahakan dapat tertutup. Dalam hal ini, melukai ujung-ujung jari tangan MUNGKIN SAJA (sekali lagi belum terbukti)dapat meningkatkan (elevasi) mekanisme pembekuan darah secara sistemis dengan harapan dapat membantu mempercepat penutupan pembuluh darah yang pecah di otak. Mengapa ujung jari tangan? Di sanalah terdapat jumlah end-capillaire (pembuluh darah kapiler ujung) yang banyak, sehingga exposure terhadap luka diharapkan lebih cepat disensor tubuh). Yang sudah baik juga bahwa dianjurkan menggunakan jarum steril.

Perlukaan terhadap jari-jari tangan relatif beresiko rendah terhadap kasus stroke hemoragika. Bagaimana anjuran tersebut JELAS BERBAHAYA, sehingga lebih baik jangan diikuti: Anjuran untuk tidak membawa ke pertolongan medis dengan segera JELAS tidak dapat dibenarkan. Yang harus dilakukan, SEGERA bawa penderita ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat pertolongan yang sudah standar. Mungkin saja guncangan dalam perjalanan ke RS dapat menambah perdarahan di otak, tetapi jika tidak dibawa akan jauh lebih berbahaya lagi. Jika tidak ada pertolongan ambulans/paramedik, bawalah penderita dalam posisi tidur miring agar jika penderita muntah tidak masuk ke paru-paru, jaga agar jalan nafas penderita dalam keadaan terbuka baik dengan posisi kepala agak mendongak (tetap dalam posisi miring).

Kalau Anda mengharapkan kesembuhan dengan menusuk jari-jari tangan tanpa membawa ke dokter, menurut saya seperti nyawa sang penderita dipertaruhkan untuk suatu loterij / undian, yang odds-nya kurang dari 1/10.000. Hal yang menurut saya tidak berbahaya, namun tidak ada gunanya atau tidak ada logikanya adalah menarik-narik daun telinga agar mulut tidak miring. Pada penderita stroke, mulut miring dikarenakan pusat syaraf yang memotori otot pipi lumpuh/rusak karena tertekan darah. Nah menarik-narik telinga sulit ditarik logikanya dengan perbaikan pusat syaraf yang rusak itu yang menyebabkan mulut miring dapat kembali normal. Kesimpulan tulisan saya: Penderita stroke harus SEGERA dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis yang sudah diteliti dengan baik, sebaiknya dengan ambulans, tetapi jika lama, bawa sendiri dengan posisi pasien yang baik.

Apabila Anda yakin bahwa penderita tersebut terkena stroke hemoragika (tandanya biasanya tidak sadarkan diri tiba-tiba, ngorok, dan riwayat hipertensi berat), boleh saja kalau mau mencoba menusuk ujung-ujung jari tangan (dan jari kaki sekalian jika mau) dengan jarum steril, dalam perjalanan mencari pertolongan RS. Jangan melakukan penusukan jarum ke jari tersebut jika penderita terkena stroke non-hemoragika (kelumpuhannya dari ringan ke berat, kesadaran biasanya masih cukup, bisa hipertensi/ normal/ hipotensi), atau jika Anda tidak yakin hemoragika atau non-hemoragika. Karena pada stroke non-hemoragika, justru penggumpalan darah harus dicegah.

sumber : http://www.mail-archive.com/dokter@itb.ac.id/msg04704.html

Wednesday, May 14, 2008

AGAR SELAMAT DARI SERANGAN JANTUNG SAAT TIDAK ADA ORANG DI SEKITAR.

Apa yang harus kita lakukan jika terkena serangan jantung saat kita Hanya seorang diri? Dua orang staf Johnson City Medical Center menemukan metode ini dan mereka menelitinya secara mendalam di Unit Gawat. Darurat rumah sakit kami, serta menulis artikel mengenai hal tersebut. Tulisan mereka telah diterbitkan, dan bahkan temuan ini mereka masukkan dalam pelatihan CPR dan ACLS. Metode yang disebut 'Cough CPR' ('CPR lewat Batuk') ini terbukti dapat dan berhasil dilakukan, dan seorang ahli penyakit jantung mengakuinya.

Seandainya Anda pernah menerima email ini Anda patut merasa bahagia karena banyak yang peduli kepada Anda. Jika kita menerima email satu ini lalu meneruskannya kepada 10 orang, bisa dipastikan bahwa paling tidak akan ada satu orang yang dapat kita selamatkan jiwanya.

Bacalah email ini... yang tertulis di dalamnya bisa menyelamatkan Anda! Bayangkan bahwa Anda sedang dalam perjalanan pulang ke rumah (seorang diri,tentu saja). Saat itu pukul 6.15 sore. Anda betul-betul penat,jengkel dan frustasi setelah seharian bekerja berat. Tiba-tiba dada Anda terasa amat sakit, dan rasa sakitnya kemudian menjalar ke lengan dan terasa sampai ke bagian rahang. Rumah sakit terdekat dari rumah jaraknya hanya lima mil.Sayangnya, Anda tidak tahu apakah Anda bisa melanjutkan perjalanan sejauh itu. Apa yang harus Anda lakukan? Anda sudah pernah berlatih melakukan resusitasi jantung (CPR), tetapi sayangnya sang pelatih tidak mengajarkan cara melakukannya pada diri Anda sendiri.

AGAR SELAMAT DARI SERANGAN JANTUNG SAAT TIDAK ADA ORANG DI SEKITAR KITA.

Orang yang terkena serangan jantung pada umumnya sedang sendirian saat serangan tersebut datang, dan kami kira metode dalam artikel ini bisa diterapkan. Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, orang yang jantungnya berdetak tidak beraturan dan mulai tidak kehilangan kesadaran hanya mempunyai waktu 10 detik sebelum tidak sadarkan diri.

Tetapi, mereka bisa menolong diri sendiri dengan batuk berulang-ulang dan dengan sekuat tenaga. Sebelumnya, mereka harus menarik napas dalam-dalam, dan batuk yang dikeluarkan pun harus sekeras dan sepanjang mungkin, seperti kalau kita akan membuang dahak yang menyumbat di dada kita.

Menarik napas dalam lalu batuk sekuatnya ini harus diulang terus-menerus tanpa henti setiap 2 detik sampai bantuan tiba atau sampai detak jantung terasa normal kembali.Dengan menarik napas dalam-dalam, oksigen akan masuk ke dalam paru-paru, sedangkan gerakan dada akibat batuk akan menekan jantung dan membuat darah tetap bersirkulasi. Tekanan pada jantung juga akan membuat organ tersebut kembali berdenyut dengan normal. Dengan demikian korban serangan jantung bisa sampai ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis. Ceritakan metode ini kepada sebanyak mungkin orang; dengan demikian nyawa mereka bisa terselamatkan!

Dikutip dari laporan berkala Health Cares
Rochester General Hospital , No. 240 "AND THE BEAT GOES ON..." (cetakan ulang dari terbitan The Mended Hearts, Inc.: Heart Response).

JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI KEPADA SEBANYAK MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.